SEPAHAT, Pemerintah Desa (Pemdes) Sepahat mengadakan Sosialisasi Program Percepatan Penurunan Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilaksanakan bertempat di Aula Rapat Kantor Desa Sepahat Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis, Selasa (16/01/2024).

Kegiatan yang dihadiri oleh Pj. Kepala Desa Dedi Syafrizal, S. Sos, Sekretaris Desa Jasmin, S. Pd. I, petugas Puskesmas Tenggayun Nuning, SGz, bidan Puskesmas Desa Sepahat Sulastri, Kaur Keuangan Siti Sakinah, S. ST, petugas Posyandu Desa Sepahat

Sambutan Pj. Kepala Desa Sepahat dalam sambutannya menyampaikan, “Kami selaku Pj. Kepala Desa Sepahat berterima kasih kepada Pemerintah dan Puskesmas yang telah membantu mengadakan kegiatan Sosilisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak-anak balita stunting yang ada di Desa Sepahat,” tuturnya

“Program Stunting ini merupakan Program Nasional, Provinsi, Kabupaten hingga ke Desa, agar program ini berjalan dengan baik hingga ke tingkat desa. bahkan Presiden mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan Stunting Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (Kredil) dari standar usianya.” Kata Dedi Syafrizal.


Program stunting di Kabupaten Bengkalis ini sudah sangat baik dari sebelumnya 21,9 % tahun 2021 menjadi 8,4% pada akhir tahun 2022 dan di Kabupaten Bengkalis terendah se-Provinsi Riau. Dalam hal penganan Stunting ini perlu keterlibatan semua pihak dan stakeholder terutama di Desa Sepahat, Ini juga merupakan Program Bupati Kabupaten Bengkalis Ibu Kasmarni, S. Sos, MMP, dan saya berharap kepada seluruh ibu-ibu yang mengikuti kegiatan ini agar mengikuti dengan baik sehingga nantinya bisa di terapkan di lingkungan kita terutama di Posyandu yang ada di Desa Sepahat ini,” Ujar Dedi Syafrizal

Dengan diadakan Sosialisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini anak stunting di Desa Sepahat khususnya bisa berkurang jumlahnya atau mungkin bisa kembali seperti biasa normal jadi masyarakat Desa Sepahat bisa bebas dari stunting.” Tutup Dedi Syafrizal