Home / Potensi & Produk / Sondong dijadikan Sebagai perkerjaan sampingan setiap warga tetapi penghasilan menjanjikan

Sondong dijadikan Sebagai perkerjaan sampingan setiap warga tetapi penghasilan menjanjikan

2016-10-06 14.57.56

Desa Sepahat ( 06/10/2016 ) Bagi masyarakat yang tinggal di dekat pesisir Pantai, sudah tentu mereka akan mengandalkan mata pencariannya sebagai nelayan, begitu pula dengan masyarakat yang berada di Desa Sepahat Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau

Ada banyak alat dalam menangkap udang atau ikan yang barsifat tradisional yang bisa di dapatkan di daerah-daerah pedesaan yang masih kental di dalamnya unsur kebudaayaan setempat, walaupun sudah banyak alat-alat penangkap ikan yang lebih modern tetapi alat penangkap ikan tradional lebih di digemari di kalangan masyarakat menengah kebawah di karenakan murah dan sangat produktif dalam menangkap Udang kenapa tidak hanya membutuhkan jaring ukuran 3/4 inci dengan bentuk segi tiga melebar lebih kurang 5 Meter lebar dan merucut segitiga dengan panjang 7 Meter di apit dengan 2 batang bambu atau di sebut buluh oleh masyarakat desa sepahat disilang seperti gunting , cara mengunakan alat tersebut dengan cara di dorong dengan tenaga manusia kemudian di angkat untuk jeda antara dorang dan angkat tergantung keinginan nelayan jika menurut si nelayan Udang sudah bayak terkumpul lalu di pindahkan ke tempat penampungan disebut dengan Pundi begitu lah dilakukan secara berulang sampai udang atau ikan bayak terkumpul

Alat tersebut dinamakan oleh Masyarakat Desa Sepahat dengan nama sondong atau langgai

Contoh mengunakan sondong atau langai
Contoh mengunakan sondong atau langgai

Kegiatan untuk mencari Udang tersebut sepanjang bibir pantai di Desa Sepahat ,Waktu nelayan untuk mencari Udang mengunakan sondong atau langai pada saat air di laut surut dan naik kembali jika air mulai pasang untuk mengunakan sondong tersebut harus dengan dataran yang landai jika tidak maka tidak bisa di gunakan karna haya mengunakan tenaga manusia
Untuk harga udang sendiri boleh di katakan menjanjikan dikarnakan udang di pilih berdasarkan jenis seperti
Udang dogol atau disebut udang gogo di jual ke pengepul dengan harga kisaran Rp. 55.000/ Kg
Udang kucing atau cat Rau di sebut udang korea dengan harga kisaran Rp. 25.000/ Kg
Udang jerbung atau di sebut udang putih di harga Rp. 40.000/Kg
Udang putih ukuran sedang atau kecil di harga Rp. 25.000/Kg

Khaidir merupakan salah satu dari masyarakat yang selalu mengunakan sondong atau langgai untuk mencari udang

Untuk musim nya sendiri kalau musim angin dan pasang besar udang kurang dan musim angin itu agak sulit karna agin nya kuat untuk pendapatannya jika sedang bayak udang bisa menghasilkan sekali nyondong kisaran 200 sampai 300 ribu rupiah , walaupun sedang tidak ada udang setidaknya untuk sekali nyondong di laut dapat untuk lauk dirumah ujar Khaidir

Pundi ( tempat mengumpulkan udang)
Pundi ( tempat mengumpulkan udang)

Dijelaskan Khaidir tidak haya angin kencang ancaman terbesar adalah ampai dan sengat ikan dan pada saat nyondong jaring nya sering sobek atau rusak karna saat kita mendorong sering sangkut -sangkut jadi kita harus memberbaiki jaring tersebut jika tidak di perbaiki udang akan lepas Ujar Khaidir yang sering di sapa Ider

Makanya pada saat melangai atau nyondong wajib mengunakan pakaian yang panjang dan harus mengunakan sepatu antisipasi dari ancaman seperti ampai dan sengat ikan tutup Ider

Ampai adalah ubur ubur yang beracun bisa menyebabkan badan meriang dan demam jika lansung terkena kulit manusia

About Desa Sepahat

Check Also

Bingung mencari lokasi Pre-Wedding anda ?? Pantai Sepahat solusinya

Desa Sepahat ( 23/09/2016 ) Setiap Pasangan tentu ingin membuat acara Pernikahan nya berkesan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *